Tampilkan postingan dengan label Child. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Child. Tampilkan semua postingan

Selalu Bahagia ❤️

Pastinya tiap orang pernah merasa iri dengan apa yang orang lain punya, walau cuma sedikit...

Lumrah kok, namanya juga manusia...rumput tetangga selalu terlihat lebih hijau hehehe...tapi inget jangan kelamaan liat ke atas-nya, nanti jadi kurang bersyukur dengan apa yg kita punya.

Melihat ke atas itu boleh agar menjadi pemacu semangat kita mencari rejeki Allah SWT, melihat kebawah juga perlu agar kita senantiasa bersyukur...selalu ingat, tiap doa pasti dijawab oleh Allah SWT cuma kapan di reply-nya yang kita gak tau, kalo yang kita minta gak dikasih mungkin karena Allah SWT akan kasih sesuatu yang lebih baik lagi buat kita.

Seperti yang saya alami, kirain dari minggu lalu mual² tanda² mau hamil, ternyata Allah SWT belum mengijinkan, datenglah si tamu merah  Pastinya sedih gak jadi (lagi), tapi Alhamdulillah saya bahagia banget, menikmati banget dengan hidup ini.

Mungkin memang belum waktunya saya hamil, gak apa² kehamilan juga tergantung dari kehendak yang Maha Kuasa, manusia hanya bisa mengusahakan, namun Tuhanlah yang menentukan.

Dalam cara berpikir masyarakat kita, kehadiran seorang anak dalam suatu pernikahan adalah keharusan, dan selalu ada kecenderungan kita menilai ada sesuatu yang kurang jika sebuah pernikahan belum dikaruniai anak dan bahkan ada juga yang menilai pernikahan tanpa anak, gak akan bahagia. Cara berpikir ini gak sepenuhnya benar. Semua pasangan normal pasti menginginkan kehadiran seorang anak, namun sebuah pernikahan tanpa kehadiran anak tidaklah berarti menjadikan pernikahan ini gak bahagia, walaupun memang ada segelintir pasangan yang memutuskan untuk bercerai di antaranya, karena ketidakhadiran seorang anak. 

Sebaliknya kehadiran seorang atau beberapa orang anak dalam sebuah pernikahan gak menjamin sebuah pernikahan berjalan langgeng dan bahagia. Contoh nyata, begitu banyak kasus perceraian (artis) misalnya di mana pernikahan mereka sudah lengkap dengan kehadiran seorang anak, namun toh perceraian itu terjadi juga.

Pernah dengar seorang ustadzah bilang gini : "Sebelum punya anak, minta², sujud² sama Allah, usaha kesana kemari. Giliran tuh anak udah lahir, udah gede, anaknya malah dijewerin, dipukulin." 

Sekali lagi perlu ditekankan bahwa kehadiran seorang anak gak selalu menjamin kebahagiaan sebuah pernikahan, sebuah pernikahan dapat berjalan langgeng dan bahagia tanpa kehadiran seorang anak, dan hal ini bukanlah sesuatu yang gak mungkin.

Alhamdulillah, sampe saat ini saya selalu bahagia & bersyukur hidup bersama suami. 



Surat untuk Anak Ayah dan Bunda

Sayangnya Ayah dan Bunda,

Sabar ya, sayang…
Mungkin pertemuan kita gak akan lama lagi…
Allah menyuruh Ayah dan Bunda untuk gak pernah berputus asa dan berdoa dengan doanya orang² mulia, Nabi Ibrahim AS dan Nabi Zakariya AS…Keduanya berdoa tanpa putus asa dan mereka mendapatkan seorang nabi sebagai pewarisnya.

Jadi, Bunda yakin, Allah mempersiapkan anak² hebat untuk Bunda dan Ayah didik menjadi pengikut nabi²-Nya tapi sebelumnya, Bunda-lah yg harus menjadi pengikut para rasul mulia…

Nabi Yahya AS, dan Nabi Ishaq AS, adalah penghuni surga. Maka, Bunda pun bercita² membesarkan para calon penghuni surga. Namun demikian, tentu Bunda terlebih dulu yang harus pantas menjadi penghuni surga.

Dan Ayah dan Bunda percaya, Allah Maha Mendengar dan Mengabulkan Doa².
Sabar ya, sayang… Pertemuan itu pasti akan sangat istimewa, InsyaAllah...

Have loved you for a thousand years
and will love you for a thousand more,

-Bunda & Ayah-